oleh

Agenda Reses Jadi Ajang Fitnah Wakil Wali Kota Tual

MEDIATIMOR, Tual – Pihak ahli waris dari keluarga almarhum Mahmud Muhammad Tamher mengaku keberatan terkait pernyataan Wakil Wali Kota Tual Usman Tamnge.

Demikian disampaikan kuasa hukum dari pihak keluarga almarhum, Thaib Warhangan kepada Mediatimor, di Jakarta, Senin (24/2/2020).

Thaib menilai ada yang janggal dari agenda Reses yang dilakukan anggota DPRD Kota Tual Yopi Silibun. Pada kesempatan itu terlontar pernyataan Usman yang justru menimbulkan fitnah, alih-alih sebagai ajang curah pendapat dan penggalian aspirasi.

“Kami menganggap kegiatan ini (reses) sudah bertolak belakang dari esensinya. Diketahui agenda Reses ini adalah forum diskusi antara wakil rakyat dan konstituen di Dapilnya yang seharusnya berjalan dialektis. Dari proses dialektis tersebut, diharapkan wakil rakyat bisa mewujudkan kebutuhan masyarakat yang mengarah pada kesejahteraan rakyat tersebut,” kata Taib saat menjelaskan kronologi yang terjadi di lapangan.

Menurut Taib, pernyataan Usman pada agenda Reses tersebut kini bisa disaksikan melalui video yang diunggah di akun Youtube atas nama Nerius Rahabav berdurasi kurang lebih 15 menit.

Lanjutnya, setelah ditelaah lebih jauh, pernyataan Usman diduga bermuatan pencemaran nama baik.

“Itu dapat dilihat dari: pertama, Wawali Kota Tual mengatakan jangan pegang yang dulu-dulu hancur pemerintahan Kota Tual Ini; kedua, Pemerintahan Kota Tual apa yang dibuat untuk daerah Kota Tual Ini; ketiga, saya masuk Kota Tual ini Pemerintahan Ambruk pegawai seenaknya saja; Keempat, pengelolaan APBD Kota Tual periode sebelumnya tidak sampai 20% untuk masyarakat sedangkan 80% lari kemana?” ungkap Taib.

Tak hanya itu, Taib juga menyebut pernyataan Wawali Kota Tual sangat tendensius dan mengarah kepada almarhum Mahmud Tamher sebagai eks Wali Kota Tual dua periode (2008-2013 dan 2013-2018).

Dari bukti-bukti yang telah disebutkan, Taib menilai apa yang telah disampaikan Usman termasuk tindakan pencemaran nama baik sebagaimana diatur dalam ketentuan Kitab Undang-undang Hukum Pidana pasal 310 ayat 1 dan pasal 318 ayat 1.

“Secara eksplisit pasal 318 menyebutkan bahwa; Barangsiapa dengan sengaja melakukan sesuatu perbuatan, menyebabkan orang lain dengan palsu tersangka melakukan sesuatu perbuatan yang dapat dihukum, maka dihukum karena tuduhan memfitnah, dengan hukuman penjara selama-lamanya empat tahun,” tandas alumnus Universitas Muhammadiyah Malang itu.

Atas pencemaran nama baik tersebut pihak keluarga alm. Mahmud Muhamad Tamher memintan pihak kepolisian untuk segera melakukan invetigasi terhadap pernyataan Usman dan melakukan proses hukum sebagaimana aturan yang berlaku.

“Kami juga mendesak aparat Kepolisian Maluku Tenggara untuk segera menelusuri akun Youtube yang telah menyebarkan konten video tersebut,” pungkas Taib.

Komentar