oleh

Gagal! Kongres GMNI Dinilai Tidak Memberikan Kontribusi Bagi Maluku

Jakarta, MEDIATIMOR.com – Kongres GmnI ke XXI di selenggarakan di Ambon Propinsi Maluku pada tanggal 28-November-02 Desember di hadiri kurang lebih 200 DPC dan 34 DPD mengakat tema besar KEMARITIMAN dan sub temanya “MEMPERTEGAS POSISI KEDAULATAN INDONESIA DEMI KEPENTINGAN MASIONAL BERBASIS KEPULAUAN BERDASARKAN PANCASILA” yang akan menjadi pembahasan penting untuk mempertegas kembali kemaritiman bangsa khusususnya Maluku yang dinilai sebagai daerah Maritim karena terdiri dari berbagai pulau.

Pembukaan KONGRES di hadiri oleh menteri Sosial Bpk Juliari Batubara dan wakil MPRI Ahmad Basarah, dan beberapa tokoh nasional lainnya.

Menurut laporan Ketua pelaksana Nasional Bung Nus “Demi mendukung KONGRES GmnI pemerintah propinsi Maluku memyumbang 1,5 m dan pemerintah kota 1,5 m juga sumbangan dari intasi-instansi lain. Dana tersebut di ambil dari APBD” dengan demikian pemerintah propinsi Maluku mengharapkan bahwa semoga dengan adanya kegiatan tersebut dapat melahirkan sebuah kebijakan yanga mampu memperkuat Maluku sebagai daerah Maritim.

Lantas hal demikian tidak terjadi sesuai harapan. Banyak yang menilai bahwa tema yang di angkat hanya menjadi jualan politik agar dapat merengut biaya Pemerintah Daerah tapi tidak memberikan kontribusi bagi Maluku.

Subtansi KONGRES yang seharusnya menetapkan perjuangan GmnI untuk memperhatikan kembali kemaritiman tidak dibicarakan. Lantaran kepentingan politik praktis menuju kursi DPP yang menjadi tujuan utama. Perdebatan argumen yang tidak rasional namun saling mempertahankan berdampak pada ceos yang berujung korban luka-luka. Antar sesama kader /peserta KONGRES digiring dengan berbagai kepentingan tanpa melihat asas Organisasi dan AD/ART.

KONGRES GmnI yang ke XXI ini dinilai gagal karena tidak ada dampak positif bagi Daerah Maluku. Hal ini sangat mengecewakan masyarakat Maluku dan memalukan bagi GmnI sebagai sebagai penyelenggara KONGRES.

Bung Yongki salah satu peserta KONGRES delegasi GmnI cabang Malang yang juga sebagai putra Daerah Maluku mengatakan percuma mengadakan KONGRES apabila tidak ada hal yang baik yang bisa kita kontribusikan bagi Maluku padahal uang yang kita pakai untuk KONGRES berasal dari APBD Maluku dan APBD itu berasal dari rakyat Maluku.

“Saya sebagai putra daerah sangat kecewa dengan KONGRES kali ini,” pungkasnya.

Kegagalan KONGRES GmnI di pengaruhi oleh fakror kepentingan politik praktis dan individualistik yang kuat sehingga tidak lagi memperhatikan kepentingan bersama. Hal-hal penting yang seharusnya dibicaraka demi kepentingan bersama hanya menjadi poin yang tidak bermanfaat. Hal tersebut berdampak pada kekacauan forum (perkelaian/kontak fisik) terjadi seperti para preman. Sementara rakyat Maluku terlebih khususnya kota Ambon tidak mendapatkan kontribusi yang baik dari hasil KONGRES GmnI yang ke XXI itu.

Editor: timred

Komentar