oleh

Literasi di Malut Rendah, Aktivis: Wakil Rakyat di Senayan Jangan Diam Saja!

Jakarta, MEDIATIMOR.COM – Masalah pendidikan seakan tak pernah habis dibicarakan.

Dalam situasi sama, rendahnya tingkat literasi di Indonesia menjadi persoalan tersendiri yang kian hari sangat menghawatirkan.

Mengutip laporan yang dirilis Progress in International Reading Literacy Study (PIRLS), bahwa untuk minat baca dan menulis, Indonesia menduduki ranking 41 dari 45 negara.

Fakta tak kalah menarik lainnya adalah data dari UNESCO (2012) yang melaporkan bahwa indeks minat baca di Indonesia hanya 0,0001, yang berarti dari 1000 orang penduduk di Indonesia hanya satu orang yang memiliki minat baca.

Beberapa waktu lalu, Ketua Lembaga Intelektual Solusi Indonesia (LISI), Cakti Indra Gunawan, mengatakan Indonesia merupakan salah satu negara di kawasan ASEAN dengan kondisi literasi terburuk di dunia.

“Percaya atau tidak, jika kita merujuk pada data yang ada, Indonesia merupakan salah satu negara Anggota ASEAN dengan tingkat literasi paling buruk di dunia,” kata Dekan Pascasarjana Unuversitas Tribhuwana Tunggadewi Malang (Unitri) kepada wartawan, Jakarta, Sabtu (9/11/2019).

Kabar mengenai minimnya literasi bangsa ini bukan sekadar isapan jempol belaka.

Di Maluku Utara misalnya, semangat memajukan indeks literasi daerah telah coba dilakukan oleh sejumlah anak-anak mudah yang punya kepedulian terhadap masalah pendidikan dan literasi daerah.

Para anak muda ini beramai mendirikan rumah-rumah baca, komunitas baca-tulis dan aneka forum literasi lainnya.

Meski tidak juga dikatakan gagal, usaha yang kurang mendapat respons banyak pihak khususnya dari pemerintah daerah ini patut disikapi secara serius.

Direktur Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum HMI (LKBHMI PB HMI), Abdul Rorano mengungkapkan permasalahan literasi di Maluku Utara termasuk persoalan krusial yang butuh tanggapan serius banyak pihak.

“Pemerintah baik daerah hingga pusat harus duduk bersama mengurai mata rantai persoalan literasi ini dan segera mencarikan solusinya,” ujar kandidat Doktor asal Tidore itu.

Rorano juga meminta para wakil rakyat di Senayan, khususnya dari Maluku Utara yang membidangi masalah pendidikan agar jangan diam saja melihat fakta memiriskan ini.

“Kita punya wakil rakyat di Senayan. Mereka harus biaa memahami masalah di daerahnya, terutama soal literasi ini. Khusus senator kita yang membidangi urusan pendidikan ini jangan hanya diam, tapi segara carikan solusi nyata menyudahi penyakit sosial berbahaya ini,” pungkas Rorano.

Editor: Timred

Komentar