oleh

Senator Asal Aceh, Fachrul Razi: Hentikan Otonomi Khusus Tipu-Tipu di Papua!

Jakarta, MEDIATIMOR.COM – Pembahasan terkait penanganan sejumlah persoalan yang ada di Papua terus mendapat sorotan. Hal demikian turut ditanggapi Senator vokal asal Aceh, Fachrul Razi.

Menurutnya, permasalahan di Papua tidak bisa disentuh dengan menggunakan kerangka di luar Papua itu sendiri.

“Permasalahan Papua harus dirserahkan ke rakyat Papua sendiri. Jangan melihat Papua dalam kerangka pemerintah pusat atau kacamata provinsi lain. Lihatlah Papua dari hati dan jiwa rakyat Papua,” ujar Fachrul Razi saat diwawancara usai Rapat Komite I DPD RI, di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (18/11/2019).

Lebih lanjut, Fachrul menilai keberadaan partai lokal dalam semangat demokratisasi lokal penting untuk diperhatikan oleh pemerintah.

“Dalam hal mengartikulasi persoalan Papua, saya berpandangan sudah saatnya partai lokal harus hadir di tanah Papua. Sebagai bagian dari agregasi tuntutan dan aspirasi lokal melalui parlemen,” pungkasnya.

Selain itu, mantan aktivis HMI itu juga menyoal sejumlah persoalan serius lainnya di Papua yang perlu ditangani secara serius seperti kasus pelanggaran HAM.

“Kita harus jujur dan berani menyatakan kebenaran bahwa memang terjadi pelanggaran HAM berat di Papua,” tandasnya.

Fachrul lalu mengusulkan agar segera dibentuk KKR (Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi-red) di Papua agar persoalan di Papua segera terselesaikan.

Tidak hanya itu, dia juga menyinggung soal otonomi khusus Papua yang menurutnya hanya sebatas pepesan kosong.

“Berikan Papua otonomi yang sangat luas. Sebab saya melihat otonomi khusus Papua saat ini bukan otonomi sebenarnya. Jadi jangan lagi dijanji-janjikan otsus (otonomi khusus-red). Otsus itu kan saya lihat ujung-ujungnya tipu-tipu juga,” terang Fachrul.

Dia pun menyarankan agar pemberian otonomi khusus Papua perlu dicarikan formulasi baru.

“Jadi berikan Papua itu mengelola pemerintahannya sendiri, mengelola sumberdaya alamnya sendiri, serta mengelola sumberdaya manusianya sendiri,” tutupnya. (Haris).

Komentar