oleh

Aktivis HMI Sebut Tindakan Brutal Oknum Aparat Ciderai HAM

Jakarta, MediaTimor.com- Tumbangnya dua Mahasiswa asal Universitas Halu Oleo Sulawesi Tenggara, Immawan Randy dan Muhammad Yusuf Qardawi pada September (26/9/2019) di depan Kantor Disnakertrans Kendari.

Telah menunjukkan betapa tergerusnya moral para oknum aparat kepolisian negara Republik Indonesia” Demikian Uangkap Aktivis LKBHMI PB HMI Ikhsan Jamal kepada awak media Kamis 24 Oktober 2019.

Menurut Jamal Kekejaman yang ditonjolkan oleh aparat kepolisian Kendari dipandang sudah mencederai Hak Asasi Manusia, Hak yang harusnya dijunjung dan dilindungi itu kini telah disembelih negara (Kepolisian RI).

“Padahal negara yang bernama Indonesia cukup besar memberikan ruang demokrasi untuk warga negaranya dalam menyuarakan pendapat, namun lagi-lagi peristiwa meregang nyawa tersebut terulang kembali. Tutur Jamal.

Selain itu, Jamal juga menyatakan Lenyapnya nyawa Immawan Randy itu disebabkan karena tertembus peluru oleh moncong senjata yang menembus masuk ke dalam dadanya.

Begitupun dengan kematian Muhammad Yusuf Qardawi “Jamal mengungkapkan bahwa
kepala korban sudah berlumuran darah sebelum tumbang di depan pintu kantor Disnakertrans.

Akhirnya sejumlah mahasiswa mencoba datang untuk menyelamatkan korban, tapi polisi kembali maju dan diduga satu polisi berpenampilan sipil.

Bukan cuma sampai di situ, Jamal juga mengungkapkan bahwa Wartawan pun mendapatkan perlakuan intimidasi saat melakukan tugas jurnalistik oleh Kepolisian Kendari di depan Mapolda Sutra.

Lajut, ini menandakan dengan tegas bahwa keberadaan Pers di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia masih dalam bayang-bayang ketakutan. belum juga mengenyam kemerdekaan masih saja dikekang oleh cengkraman kekuasaan.

Walaupun telah diundang-undangkan melalui undang-undang Nomor 40 Tahun 1999. Pasal 2 dalam UU Nomor 40 Tahun 1999 menegaskan, kemerdekaan pers adalah salah satu wujud kedaulatan rakyat yang berasaskan prinsip-prinsip demokrasi, keadilan, dan supremasi hukum.

Oleh sebab itu Jamal minta pada Mabes Polri, atas kejadian yang telah menewaskan kedua mahasiswa tersebut segera di ungkap, di adili dan di umumkan ke publik, sekaligus dihilangkan juga tindakan-tindakan intimidasi terhadap wartawan. Tutup Jamal.

Komentar