oleh

Tunggak Pajak Tempat Usaha Akan Ditutup

Tual, Media Timor – Salah satu Pendapatan Daerah  bersumber dari pajak dan retribusi, ,Namun kenyataannya  masih saja ada yang sengaja untuk menunda membayar pajak. Demikian hal ini di Katakan Maskuri Renhoran kepada mediatimor.com, jumad, (4/10)

Renhoran juga mengatakan, terjadinya pengemplang pajak karena kurang produktifnya Pegawai Dispenda dalam melaksanakan tugas dan fungainya ,salah satunya adalah Tempat Billiard yang berlokasi di Pasar Tual Lantai 2, terhitung sejak 2018. Pengelola tempat hiburan Billiard itu hanya membayar Pajak untuk 2 bulan, dan di tahun ini hanya 3 bulan, dan tidak adanya tindakan atau teguran dari Dispenda,

Selain tidak membayar pajak dengan benar, perilaku pengelola billiard kepada karyawannya dinilai tidak manusiawi, lantaran untuk mendapatkan sepiring nasi mereka harus berhasil menjual 50 koin Billiard, bukan hanya itu, mereka sering mendapatkan kata- kata kotor dan hujatan dari pemilik billiard.

Sementara itu, bertempat di ruangan kerja Kepala Dinas Pendapat Daerah, Arobi Bugis  membantah hal tersebut. Menurutnya, pihaknya telah menyurati dan memperingati pengelola billiard atas keterlambatan atau penunggakan pembayar pajak billiard, dan tahun ini yang bersangkutan telah membayar pajak untuk 9 bulan, sehingga informasi tentang Dinas yang dipimpinnya itu tidaklah benar, ujarnya.

“Kami telah menyurati pemilik hiburan Billiard, dan dia sudah bayar pajak lokal untuk 9 bulan, jadi informasi yang di dapat itu tidak benar ” ujarnya.

Menyoal tentang pajak Billiard, Bugis membenarkan bahwa penggelola billiard pada Tahun 2018 baru membayar pajak hiburan billiard dua bulan, dan pada tahun ini yang pihaknya baru membayar tiga bulan, sedangkan untuk sisa 16 bulan pajak Lokal dan 19 pajak billiard yang bersangkutan berjanji akan melunasinya saat pencairan proyek, bebernya.

Dijelaskannya pula bahwa, bukan hanya tempat billiard, yang masih menunda Pembayar Pajak, namun masih ada beberapa tempat usaha yang juga  menunggak pembayaran pajak, salah satunya adalah tempat Karaoke Planet.

Bangkok yang berlokasi di desa Ngadi, dan Dinas telah menyurati meraka  ( Pengelola ) secara resmi, dan jika mereka (Wajib pajak) tidak mengindahkannya, maka usaha mereka harus ditutup,jelasnya

” Bukan hanya tempat billiar saja yang belum melunasi utang pajak masih ada tempat usaha lain juga, dan Kami telah menyurati mereka, jika tidak di bayar maka kami tutup tempat usahanya jelasnya.

Untuk itu, dirinya menghimbau, agar wajib pajak yang masih menunggak kewajibaannya, segera diselesaikan, jika tidak maka ada konsukwensi dari kelalaian saudara saudara, tutupnya. ( *red-020 ).

Komentar