oleh

Tokoh Maluku Kecam Pernyataan Ngawur Wiranto

MEDIATIMOR, Jakarta – Pernyataan Menteri Politik Hukum dan Keamanan (Polhukam) Wiranto tentang pengungsi Maluku membebani Negara menuai Protes keras berbagai pihak.

Tokoh Pemuda Pattimura Maluku, Nizar Zirhan Sather menilai pernyataan Wiranto sangat melukai hati dan menginjak harga diri masyarakat Maluku.

Zather mengatakan, jika negara merasa terbebani dengan pengungsi masyarakat Maluku, maka negara harus rela melepaskan Maluku untuk menentukan nasib dan masa depan sendiri.

“Jika Wiranto merasa,saudara saudara kami membebani Negara,maka Negerapun harus merelakan kami untuk menentukan Nasib sendiri” ungkap Zather pada Selasa (1/10).

Zather menegaskan, Indonesia tanpa Maluku bukan Indonesia, sehingga tidak sepatutnya seorang Menteri harus mengeluarkan pernyataan semacam itu.

Menurutnya, gempa yang terjadi di Maluku bukan keinginan masyarakat, tapi itu sudah takdir alam yang memaksa warga setempat untuk harus mengungsi ke dalam hutan, menahan lapar dan dingin.

“Kami tidak ingin gempa ini terjadi,sehingga kami harus lari menyelamatkan diri ke dalam hutan, tahan lapar dan dingin” cetus dia.

Lanjut dia, terkait berita hoax gempa besar dan tsunami yang bakal terjadi di Maluku, itu berkaitan dengan mitigasi bencana, sehingga masyarakat mengungsi menyelamatkan diri ke bagian yang lebih tinggi.

“Kita harus belajar dari bencana yang terjadi di Aceh dan Palu,” tandasnya.

Senada dengan itu, Dade Rahanyamtel, menyebut beredarnya isu hoax gempa Maluku justeru bertolak belakang dengan kenyataan dimana bencana/gempa benar-benar terjadi bahkan ada yang meninggal dunia akibat terkena reruntuhan bangunan.

Dia melanjutkan, berdasarkan fakta historis, Maluku pernah dilanda gempa besar dan tsunamai, selain itu juga terdapat palungan besar di Laut Banda.

“Apakah ini bukan sebuah bom waktu yang siap untuk meledak, bahkan, pernyataan BMKG Provinsi juga membenarkan hal ini ?” ujarnya.

Rahanyamtel menjelaskan, masyarakat Maluku bukanlah pengemis, untuk tinggal dan menetap di area pengungsian (gunung) namun karena ada bencana sehingga untuk menyelamatkan diri terpaksan mereka lari menyelamatkan diri ke tempat yang lebih tinggi.

Rahanyamtel pun menayakan kapasitas Wiranto, yang menghimbau agar para pengungsi kembali di kediaman mereka.

“Apakah dia (Wiranto-red) yakin Kota Ambon dan sekitarnya telah konsuaif dan tidak ada lagi gempa? Sementara belum ada informasi resmi dari BMKG tentang hal itu?” tanya dia.

Rahanyamtel mengatakan harga diri masyarakat Maluku telah diInjak-injak, sehingga Wiranto, kata dia, tidak layak menjabat sebagai Menteri karena memiliki wawasan sempit.

Selain itu Rahanyamtel juga meminta agar Gubernur Maluku angkat senjata dan melawan Wiranto, bukan hanya nyatakan perang terhadap Menteri Susi.

Komentar